Kamis, 04 November 2010

*HARAPKAN GRAND DESIGN TANGBAR

Oleh: Supiyatna

Bola harapan yang dilempar pada tahun 2007, kini ditunggu banyak pihak, khususnya masyarakat di 9 (Sembilan) kecamatan di wilayah barat Kabupaten Tangerang. Badan Koordinasi pemekaran daerah Tangerang Barat sudah bekerja dengan gigih. Dan kini Tim Percepatan Pemekaran Daerah Tangerang Barat (TP2D-TANGBAR) pun menindaklanjuti dengan gerbong dibelakangnya yang lebih komplit.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah, memberikan Ruang bagi suatu wilayah untuk memekarkan diri (pasal 2 ayat 2 & 4). Gerak Bakor Tangbar tersela atas pemekaran Kota Tangsel.

Gerakan ini pun tersela juga atas peristiwa meninggalnya ketua DPRD Provinsi Sumut atas desakan wilayah Tapanuli Selatan, dengan Moratorium Presiden RI. Isu sekarang yang menggelontor tentang perlunya kesepakatan pemerintah dengan DPR tentang Grand Design pemekaran wilayah yang dinilai sebagian besar tidak berhasil. Namun versi Kementrian Dalam Negeri sebagian besar berhasil.

Sikap seharusnya yang dikedepankan bukan berarti pukul rata bahwa pemekaran tersebut tidak berhasil. Tentunya, pengkajian Kemendagri yang diserahkan kepada Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) seharusnya digelontorkan pula wilayah yang digabungkan dan dihapuskan kembali sesuai dengan PP RI No. 78 tahun 2007 (Pasal 22 dan 23) dan dipublikasikan ke media, begitu juga sebaliknya.

***

Desakan kini sudah mulai menjalar ke sela-sela sumsum masyarakat Tangerang Barat. Kedasyatan Tangerang Selatan membuat terperangah banyak pihak, PAD-nya: 1,2 triliun. Geliat pembangunan di Tangsel pun mulai terfokus. Kini giliran bumi bagian Kabupaten Tangerang lain yang bicara. Harapan bagi masyarakat merupakan mimpi yang musti diwujudkan.

Prediksi PAD Tangbar 300 miliar sangat dimungkin bisa lebih dari prediksi tersebut dari luas wilayah 264,03 Km2 dengan tingkat kepadatan 2.173 orang per m2 di dalamnya terdapat 63 perusahaan dengan jumlah pekerja 23.278 juga terdapat 135 koperasi yang bertumbuhkembang didasarkan pada data tahun 2008. Tentunya data ini dirasakan terus meningkat saat ini.

Beberapa wacana sudah digulirkan tokoh, pemuda, dan masyarakan Tangbar, termasuk beberapa usulan rencana pembangunan ke depan yang bisa dimaksimalkan sebagai alternatif kemajuan Tangbar jika diurus secara khusus, diantaranya: letak geografisnya yang strategis ditengah-tengah pusat pemerintahan RI dan Provinsi Banten.

Jarak ke pusat pemerintahan RI yang ± 60 km dengan waktu tempuh 90 menit dan jarak ke pusat pemerintahan provinsi ± 35 km dengan waktu tempuh 30 menit hal ini memudahkan koordinasi pemdaTangbar ke depan.

Bentangan geografis ini didukung dengan bentangan jalan TOL Jakarta-Merak yang membelah wilayah baru ini.

Beberapa alternatif pemaksimalan dari geografis ini adalah dengan membuka pintu Tol baru yakni di wilayah Desa Tobat, Kecamatan Balaraja dan di wilayah Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti.

Alternatif pembukaan pintu TOL, pertama adalah untuk memecah kemacetan di pusat kecamatan Balaraja dan menghidupkan akses dan fungsi Rumah Sakit Umum Balaraja yang letaknya di bibir jalan Tol tersebut.

Alternatif kedua adalah membuka akses transportasi baru bagi kecamatan Jayanti, Sukamulya, Kresek, Gunung Kaler, Mekar Baru, Kronjo dan Cikande (Kab. Serang). Jalur ini akan mengubah wajah daerah ini menjadi sinergi dalam kancah akses pertanian, peternakan, UKM, dan hunian.

Di wilayah paling utara daerah ini ada Kecamatan Kronjo dan Mekar Baru yang berbatasan dengan Laut Jawa, alternatif yang bisa dikedepankan, yakni kedua wilayah ini bisa menjadi pendukung dijadikan pelabuhan antarpulau dan daya dukung PLTU Teluk Naga sebagaimana Merak atas Bojonegara.

Potensi dua wilayah utara ini juga bisa dijadikan alternasi wisata bahari bagi dinas pariwisata, nanti. Adapun yang memungkinkan dua wilayah ini sangat-sangat terurus karena akan menjadi fokus wilayah SKPD kelautan, nantinya.

Wilayah tengah Tangbar ini juga merupakan tempat terkonsentrasinya buruh perusahaan-perusahaan besar sehingga diperlukan daya dukung tempat tinggal yang tidak sedikit. Oleh karenanya diperlukan adanya Rumah Sehat Sederhana yang lebih mumpuni. Untuk itu diperlukan adanya fasilitas pendukung tersebut, untuk wilayah Jayanti, Balaraja dan Sukamulya sebagai Satelit Perum Kaum Buruh.

Rancangan yang bisa diwujudkan 10 – 20 tahun ke depan adalah diperlukan Bandar udara yang menjadi alternatif kedua untuk wilayah Jabodetabekser – pendukung Bandara Soekarno Hata, potensi di wilayah Tangbar bisadikembangkan, Kandawati (Kresek), Karang Jetak, Kedung (Gunung Kaler) dan sekitarnya.

Alasan Bandara ini jika sodetan, pintu TOL Jayanti dibuka maka akses menuju Jabodetabek lebih dekat dan cepat serta penyokong kemajuan yang signifikan bagi daerah Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang melalui jalur utara.

Potensi yang diharapkan muncul adalah terurusnya wisata religi yang tersebar di wilayah Tangbar diantaranya Pulo Cangkir (kronjo), Taman Kera Solear (Solear), Makam uyut Anbiya (Balaraja), Makam Syekh Mubarok (Cisoka) yang setiap Minggu, bulan dan tahunnya banyak dikunjungi masyarakat maupun penziarah. Hal ini, tentunya akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat terutama sektor real.

Di samping itu, yang menjadi sasaran adalah pembenahan pasar tradisional di Sembilan kecamatan karena ini merupakan faktor yang tidak bisa dipungkiri sebagai suatu indikator tumbuhnya geliat ekonomi di Tangbar. Sektor ini memainkan peran penting dalam mengukur daya beli masyarakat juga tumbuhnya ekonomi real di Tangbar.

Begitu juga jangan sekali-kali memejamkan terhadap gejala munculnya ratusan pasar malam (boleh dikatakan pasar kaget). Berapa uang yang beraedar di sana? Hal ini yang patut menjadi perhatian Pemda Tangbar, ke depan.

Optimis harus dimunculkan di Tangbar karena masyarakat sudah menunggu. Arah perbaikan ini musti dikawal hingga terwujudnya pemerintah definitif. Kemakmuran Tangbar menjadi tanggung jawab lapisan masyarakatnya, pemda dan pemerintah pusat. Dan kita jawab: SANGGUP kenapa mesti takut ditertawakan jika tidak pernah diberikan tanggung jawab!

TIM PEMROGRAM, TP2D-TANGBAR
*Pernah dimuat di Harian Trans Banten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda Komentari Tanpa Paksaan