Selasa, 14 Desember 2010

Desember 2010: Janji dan Restu

Oleh: Pemred

Jika anda menanti sebuah pekerjaan tentunya hasil dari sebuah produktivitas dan kreativitas. Ketika elemen bekerja untuk membuat sebuah bangunan yang nantinya akan digunakan oleh umum. Maka kerja kita adalah kerja sosial yang tidak menuntut hasil itu positif atau negatif, like atau dislike.

Yang kita harapkan bahwa kerja mendapat respon dari pelempar bola yang memberikan kita untuk menggiringnya dan menghantarkan ke depan 'pintu gawang' yang diharapkan. Umpan yang diberikan tentunya ada akhir aksekusi. Permasalahan eksekusi tendangan itu gol ataupun tidak adalah tergantung dari kondisi area gawang yang memungkinkan atau tidak.

Proses pelemparan wacana pembentukan DOB baru bukan hanya sekedar politik atau siasah demi sesaat untuk sebuah tujuan 'tertentu' dengan menggiring opini atau sebuah 'iming-iming' para penggiat putra daerah yang menginginkan adanya perubahan dalam perikebudayaan dan peradaban kampung halamannya. Pelemparan DOB sejak 2007 sudah digulirkan tetapi sampai saat ini belum ada kabar beritanya.

Semua penggiat tetap mengikuti prosedur hukum atau aturan main yang digariskan dalam hukum yang sudah dikonvensikan. Cuma permasalahannya pelempar bola plus pihak pelatih kelayakan DOB Tangbar belum juga memperlihatkan bukti kerjanya, dimainkan atau tidak hasil tim ini...

Apakah issue ini hanya sebagai kendaraan politik untuk memberikan angan-angan segar untuk kepentingan sesaat saja? Jika hal ini dilakukan oleh penggede maka setiap orang yang ada di dalamnya yang telah diiming-imingi akan merasa 'dikerjai', 'dibuai', dan 'diayunambingi' tanpa pernah mengetahui evaluasi kinerjanya ini, mendapat nilai penghargaan atau belum? Jika tidak diumumkan atau ditindaklanjuti,,, sepakat kata yang dilontarkan oleh semuanya: KITA SUDAH DIKIBULI...

Masyarakat sudah tahu bahwa DOB Tangerang Barat akan terbentuk. Tentunya setiap masyarakat di sini sudah berancang-ancang bahwa usaha real apa yang dilakukan ketika Daerah ini terbentuk. Pelaku bisnis akan memutar otaknya untuk membuka peluang bisnis yang cocok. Para petani akan bergembira ketika hasil panennya tidak harus jauh-jauh dipasarkannya, karena pusat bisnis akan menampung hasil panenya. Para buruh akan meningkatkan kompetensinya karena peluang bisnis akan tumbuh, supaya jerih payahnya dihargai maksimal.

Indeks Pembangunan Manusia akan dipacu demi mengejar ketertinggalan saudara-saudaranya. Maka pendidikan diperhatikan karena merasa tertinggal dengan belahan benteng lainnya. Kita tidak pernah berpikir bahwa banyak anak atau saudara kita yang cerdas dan karena keterbatasan akses penyaluran maka terpendam dalam sekam sawah atau bersembunyi di balik tembok industri.

Ada angin segar ketika dikatakan bahwa kajian Tangerang barat akan dikaji (lihat:
http://banten.antaranews.com/berita/13358/pemerintah-kabuapten-tangerang-kaji-pembentukan-tangerang-barat) Pertengahan Desember 2010 akan dilaunching hasil kajiannya. Maka kami pun sedang menunggu hasil kerja kami... Lulus atau tidak? Hasil Kajiannya.

Dukungan ini diperkuat oleh pernyataan Mendagri, Gemawan Fauzi bahwa Kabupaten Tangerang memiliki peluang untuk dimekarkan menjadi 2 DOB (http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/12/03/150564-wilayah-utara-dan-barat-tangerang-dilirik-untuk-dimekarkan dan http://monitorindonesia.com/2010/12/mendagri-buka-peluang-pemekaran-dua-wilayah-di-tangerang/). Apa yang sudah diamanatkan kepada Tim Bakoor Tangbar sudah dilanjutkan dengan kerja TP2D Tangbar.

Menunggu di bulan Desember 2010 dengan guyuran hujan di Tangerang Barat menanti perubahan dan mimpi yang harus direalisasikan oleh semua komponen masyarakat Tangerang barat. Agar dingin bulan ini dapat dipecahkan oleh kebisuan, oleh transparan...