SEBUAH HARAPAN BARU DARI NEGERI TANGBAR

DATA DIRI, EDUKASI, PUISI, PROSI, CINTI, INFORMASI, DIARY, TANGERANG BARAT

Jumat, 05 November 2010

Berita Tentang Tangerang Barat


klik di sini (Hiks... Hiks...)


klik di sini (Pasti Bisa euy.... Pokonamah dibantuan ku engkang, los teuing teu dibayar geh hehehe)



klik di sini (Semoga Enggak Mandul atawa TUKCING hehehe.....)



klik di sini (Lanjutkan!!!!!!!!)



klik di sini (Tangerang Barat Diaranan Tempat Buang Sesajen - Wah, kitakan Negeri Industri, KATANYA.....Hiks... Hiks...)
Diposting oleh syatna76 di 13.37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda Komentari Tanpa Paksaan

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pengikut

Arsip Blog

  • ►  2011 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ▼  2010 (16)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  November (15)
      • MELIHAT ANGKA KEMISKINAN DI KAMPUNGKU
      • EDUKASI
      • SEBUAH HARAPAN BARU DARI NEGERI TANGBAR: * MENGGAG...
      • SEBUAH HARAPAN BARU DARI NEGERI TANGBAR: KEPADATAN...
      • KEPADATAN PENDUDUK TANGBAR
      • SEBUAH HARAPAN BARU DARI NEGERI TANGBAR: DATA PEND...
      • DATA PENDUDUK TANGBAR TAHUN 2010
      • Berita Tentang Tangerang Barat
      • Silakan Anda Baca Pemikiran Seorang Intelektual d...
      • Silakan Anda Baca Tantangan Tangerang Barat Berikut
      • * MENGGAGAS PEMBENTUKAN KABUPATEN TANGERANG BARAT
      • ** ‘TANGBAR’ DIANTARA PEMEKARAN DAERAH
      • *HARAPKAN GRAND DESIGN TANGBAR
      • Data Pemilih Di Tangerang Barat Pilpres 2009
      • **MENJAGA BUDAYA GUYUB DI TANGBAR
  • ►  2009 (1)
    • ►  Maret (1)

Mengenai Saya

Foto saya
syatna76
Aku ini lahir dari keturunan pedagang cuma buyutku guru zaman Belanda. sayangnya, kakekku tidak jadi guru "padahal guru dulu hanya pendidikan 6 tahun" cerita almarhum. Ibuku IRT Tulen. Buyut dari Bapakku entah....? Menurut cerita tetangga kakek dulu seorang Mandor Kapal di Pelabuhan Tj. Priok. Bapak sudah yatim sejak umur 6 thn. Lengkapnya, yatim piatu umur 8 tahun. Bapak hidup dari tangan ke tangan Kakak2nya. Kerja keras dan menjadi pedagang yang jatuh bangun--sendiri. Menjadi manusia pavoritku dengan memberi harapan padaku "jangan sekali kau pikirkan dari mana uang untuk biaya sekolahmu! tapi APA jamin itu halal". Makanya ketika ku Sekolah selalu nunggak SPP. Kata Bpk "Terus sekolah, Pantang mundur! [guru geh moal ngaluarkeun ieu mun sia pinter mah] jangan berhenti utk sekolah sampai kiamat menjemputmu". Dari lahir sampe lulus SMA belum pernah punya tv. Punya radio dapat mungut di rmh kakek, punya kalkulator bekas dikasih paman, bisa sedikit komputer atas kebaikan rekan-rekan kuliah. Hidup serba pas-pasan. Mungkin, sedikit sentimentil. Tapi hidup harus terus.... mengikuti zaman bahkan melampauinya.
Lihat profil lengkapku
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.